Atraksi Tari Budaya yang Dapat Anda Nikmati Saat Berada di Ubud Bali

Tari Budaya di Ubud Bali – Ubud dikenal sebagi tempat di Bali yang menyimpan banyak destinasi wisata, terutama bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi budaya dan adat lokal masyarakat Bali.

Salah satu aktivitas yang tidak boleh anda lewatkan adalah menyaksikan atraksi tari budaya yang sering diadakan di Puri Saren (Ubud Palace).

Harga Tiket Tari di Bali

Untuk menikmati atraksi tarian lokal, anda perlu membayar sebanyak Rp 50.000 untuk wisatawan lokal, dan Rp 100.000 untuk wisatawan asing.

Harga yang dibayarkan tersebut akan sesuai dengan pertunjukan elok yang akan anda saksikan, dan pengunjung juga diperbolehkan untuk mengambil gambar dengan para penari selepas pertunjukan selesai.

Untuk jenis atraksi seni apa saja yang dapat anda tonton di Ubud, berikut beberapa daftarnya.

Tari Legong

Legong adalah perwujudan keindahan ilahi feminin. Pertunjukan ini dilakukan oleh gadis-gadis.

Para pemain zaman sekarang biasanya jauh lebih tua, namun kostum daun emas dan hiasan kepala bunga serta gerakan jari yang rumit dan mata yang melesat masih memunculkan esensi gadis surgawi.

Wisata Ubud Bali Tari Legong

Benturan gamelan mengalun mengiringi para penari yang dengan indah menggerakkan tangannya yang lentik.

Pertunjukan legong sering disertai tarian Baris, tarian pejuang yang dilakukan oleh pria dan anak laki-laki. Ini dianggap sebagai tarian sakral, dan beberapa bentuk hanya dilakukan di kuil.

Tari Kecak

Kecak adalah salah satu tarian Bali yang paling terkenal, dan juga dikenal sebagai “Monkey Dance.”

Keunikan tarian ini adalah karena para penarinya menyanyikan sendiri dan saling menyuarakan “cak cak cak” tanpat diiringi oleh alat musik satu pun. Tarian ini dikembangkan pada tahun 1930-an sebagai hiburan bagi wisatawan.

Wisata Ubud Bali Tari Kecak

Cerita dari tarian kecak sendiri didasarkan pada sebuah episode dari Ramayana saat Sita yang cantik diculik oleh raksasa jahat Rawahna. Kemudian suaminya, Rama memiliki bantuan dari dewa monyet yaitu Hanuman dan bala tentaranya.

Terkadang Kecak disertai dengan bentuk paduan suara lainnya seperti Jenger. Sering dilakukan oleh wanita duduk yang memutar kepala mereka dari sisi ke sisi dan mengibaskan kipas sambil bernyanyi.

Selain itu, pertunjukan tari kecak juga menggabungkan beberapa atraksi api seperti menyemburkan api dari mulutnya.

Tari Barong

Tarian Barong mungkin yang paling sering dipertunjukkan di Ubud, Bali, terutama pada malam hari.

Cerita tarian Barong menceritakan tentang orang baik melawan orang jahat. Barong yang baik (diibaratkan sebagai makhluk mirip singa yang dianggap sebagai dewa oleh masyarakat lokal), kemudian melawan penyihir jahat Rangda.

Cerita tarian ini juga sering dimodifikasi dengan ditambah beberapa lawakan lucu dari para penarinya.

Asal-usul Barong dianggap mendahului pengaruh Hindu di Bali dan mewakili roh-roh leluhur atau alam.

Segala macam mitologi mengelilingi Barong seperti topeng yang disimpan di bait suci yang ditutupi kain yang ditandai dengan simbol suci. Kesucian topeng Barong tersebut menjadikan hanya orang tertentu yang bisa menyentuhnya, dan tidak boleh sembarangan orang.

Itulah beberapa atraksi yang dapat anda saksikan sebagai Tarian Budaya di Ubud Bali. Selain atraksi yang disebutkan diatas, masih ada beberapa atraksi lainnya seperti wayang kulit, pertunjukan gamelan, dan lain sebagainya.

Jangan lupa untuk menyaksikan acara tersebut sebagai wujud menghormati dan menjaga kearifan budaya lokal.