Bermain dengan Para Kera di Hutan Sangeh, Ubud Bali

Hutan Sangeh Bali – Ketika Hanuman, raja monyet Ramayana, mencoba mengangkat Gunung Meru untuk menanggalkan raksasa jahat itu, Rahwana. Rumpun gunung kosmis mendarat di Sangeh lengkap dengan rombongan simers suci.

Memasuki jalan yang teduh dari pohon “Pala” yang melonjak di Hutan Monyet Sangeh ini adalah kisah yang mudah untuk dipercaya. Dan selain itu, hutan yang sejuk dan gelap pasti memiliki atmosfer mistis.

Lokasi Hutan Sangeh bali

Hutan seluas 14 hektar di Sangeh terletak sekitar 15 kilometer dengan jalan di sebelah barat laut Ubud dan dihuni oleh kira-kira 700 ekor kera ekor panjang (Macaca fascicularis) yang diklasifikasikan dalam tiga kelompok.

Wisata Hutan Sangeh Ubud Bali

Dominasi pohon di hutan ini adalah pohon Pala, atau Dipterocarpus trinervis. Pohon dengan batang pohon yang tinggi tumbuh sampai 40 meter, dan 2.000 di antaranya diselingi dengan spesies lain termasuk mahoni, jambu, dan sapodilla.

Hutan ini dianggap sebagai hutan yang sakral oleh para penganut agama Hindu di Bali. Adanya kuil di tengah-tengah hutan, dibangun untuk didedikasikan kepada Wisnu, kuil abad ke-17.

Jalur datar yang lebar mengarah ke hutan yang mengesankan, dan yang satu berjalan di sepanjang gerbang utama terus menuju sungai. Pemandu lokal menyebutnya sebagai tempat yang bagus untuk berenang, meski agak curam dan licin dalam perjalanan turun.

Karena jaraknya yang sangat singkat dari pusat wisata Ubud yang populer, tempat dengan nama populer Monkey Forest Ubud menjadi satu dari berbagai tempat wisata di Ubud yang harus anda kunjungi.

Wisata Monkey Forest Ubud

Di masa lalu, monyet Sangeh memiliki reputasi buruk sebagai pencopet yang agresif sehingga membuat pengunjung tidak nyaman.

Namun selama bertahun-tahun, para pemandu lokal mengajarkan perilaku lebih baik pada kera-kera tersebut, sehingga mereka tidak lagi terlalu nakal dan mengusili para pengunjung.

Kera Hutan Sangeh Bali

Sebagai hasilnya, banyak para pengunjung yang cukup puas untuk dapat berfoto dengan para kera tersebut.

Meskipun demikian, jangan mencoba memberi mereka makan. Dan seperti yang seharusnya ada di sekitar binatang liar, tetaplah tentang dan selalu mawas diri.

Jika Anda tergores atau digigit, cuci luka dengan baik dan dapatkan bantuan medis. Karena monyet dapat membawa penyakit yang fatal bagi manusia termasuk rabies. Walaupun situs Monkey Forest Sangeh menyatakan bahwa semuanya sudah divaksinasi.

Sebagai tempat yang suci bagi warga lokal, Hutan Monyet Sangeh memiliki aturan yang harus ditaati oleh para pengunjung.

Para wanita yang sedang mengalami haid dilarang untuk masuk kawasan hutan, dan pengunjung diharapkan untuk menggunakan pakaian yang sopan dengan memakai sarung dan selendang bagi wanita.

Puas bermain dengan para monyet, anda dapat berbelanja souvenir di jajaran warung yang ada di sekitar tempat wisata ubud bali tersebut.

Anda dapat berbelanja kain atau kaos khas bali dan beragam souvenir lainnya disana. Selain itu, ada pula warung yang menyediakan makanan dan minuman untuk mengusir rasa lapar setelah menjelajahi kawasan hutan yang luas.