Berwisata ke Gunung Kawi, Ubud Bali

Wisata Gunung Kawi Bali – Berlibur ke Bali seakan menyuguhkan pilihan untuk menjelajahi pantai yang ada di sana. Berjemur di pantai dan bermain air laut menjadi aktivitas paling diinginkan dan dikenal oleh para wisatawan saat berkunjung ke Bali.

Faktanya, selain memiliki daya tarik pantai, Bali masih menyimpan banyak keindahan alam yang masih asri dan terjaga.

Untuk dapat menikmati pemandangan alam nan indah tersebut, sebaiknya anda pergi ke kawasan Ubud Bali, karena ada banyak wisata alam seperti Hutan Kera Sangeh, hingga Gunung Kawi.

Wisata Gunung Kawi Bali

Bila anda mengira bahwa Gunung Kawi adalah gunung, maka anda salah besar. Tempat ini adalah salah satu cagar budaya yang masih dilestarikan. Selain itu terdapat beberapa candi peninggalan masa kerajaan, ratusan hingga ribuan tahun yang lalu.

Lekukan ornament pada permukaan candi masih sangat nampak jelas, tak lekang oleh waktu.

Wisata Gunung Kawi Bali

Komplek yang mengesankan ini memiliki dua barisan candi di sisi yang berseberangan dengan ngarai (tebing) yang menjulang lebih dari tujuh meter. Dipahat dari tebing di ceruk yang masih terlindungi.

Pada dinding tebing juga ada pahatan candi yang sangat indah berwujud lekukan unik. Total ada 4 pahatan candi pada dinding ngarai dengan bentuk persegi pada bagian bawahnya dan lancip di bagian puncaknya.

Situs ini merupakan bagian dari sistem irigasi subak di Bali, dan mendapatkan status Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2012.

Tempat ini adalah favorit para wisatawan, terutama bila anda sudah bosan bermain dengan air laut. Sehingga jangan lupa untuk menulis daftar dan jadwal untuk berkunjung ke Gunung Kawi saat anda berencana berlibur ke Bali.

Sejarah Gunung Kawi Ubud

Ada banyak dugaan di kalangan masyarakat, namun candi tersebut diyakini telah dibangun pada abad ke-11, dan didedikasikan untuk keturunan keluarga kerajaan Dinasti Warmadewa yang pengaruhnya membentang dari Bali hingga ke Jawa.

Salah satu kemungkinannya adalah bahwa Gunung Kawi dibangun untuk menghormati Raja Udayana, ratu Mahendradatta, dan putra mereka Airlanga (yang menjadi raja Jawa), Anak Wungsu (Raja Bali) dan Marakata.

Masyarakat berspekulasi bahwa tempat ini dibangun sebagai wujud penghormatan rakyat pada masa tersebut kepada raja-raja di Bali yang memiliki pengaruh besar.

Saat Anda menuruni tangga curam menuju sungai suci, maka anda akan melewati kios-kios yang menjual minuman dingin untuk para turis. Disini anda juga bisa meminta tolong pada warga lokal untuk membantu mengambil gambar anda dengan seluruh landskap ngarai yang indah dan tinggi menjulang.

Selain itu, di sekitar kawasan ngarai ada banyak persawahan khas Bali yang sangat hijau dan menguning serta ditata dengan sangat rapi. Persawahan yang menghampar tersebut merupakan terasering sawah di lembah yang ada di bawah kawasan tersebut.

Gunung Kawi dianggap sebagai tempat suci oleh para masyarakat lokal. Sehingga tidak semua orang dapat masuk area ini.

Lagi, Wanita yang sedang haid, dan pengunjung yang tidak berbusana sopan tidak diperbolehkan untuk masuk ke kawasan ini. Selama berada di area suci, jangan lupa untuk selalu menjaga sopan santun dan etika anda dalam berkomunikasi dengan warga lokal.

Demikianlah ulasan tentang destinasi wisata gunung kawi bali, tepatnya di daerah ubud. Yuk jalan jalan kesana 🙂